Skip to main content

Kekuatan amulet yang sudah penuh - kisah amulet LP Yeam, LP Chuen dan LP Hong





GELAS YANG SUDAH PENUH
 KISAH AMULET LUANG PU HONG & LUANG PU CHUEN 
DI HADAPAN LUANG PU YAEM

Kisah nyata ini dituturkan oleh Ajarn Kwan Kurunarayan Phrommasuan.

Memahar Amulet Satu Peti Penuh Ada seorang Tauke / Bos Besar pabrik penggilingan batu di daerah Saraburi yang datang untuk memahar amulet hingga satu peti penuh. Total maharnya saat itu mencapai sekitar 30.000 hingga 40.000 Baht. 

Melihat ia memahar begitu banyak, saya pun penasaran dan bertanya, 

"Anda memahar sebanyak ini, tujuannya untuk apa?"

Sang tauke kemudian membagikan sebuah pengalaman spiritual luar biasa yang baru saja ia alami beberapa hari sebelumnya.

Ditolak Tiga Kali oleh Luang Pu Yaem Beberapa hari sebelum pertemuan kami, tauke tersebut pergi ke Wat Sam Ngam untuk bersujud kepada Luang Pu Yaem. Di sana, ia melepaskan kalung amulet dari lehernya dan meletakkannya di atas nampan untuk memohon agar Luang Pu Yaem berkenan memberikan pemberkatan tambahan (blessing).

Di nampan tersebut sebenarnya penuh dengan berbagai amulet dari banyak guru besar. Namun anehnya, Luang Pu Yaem mengambil dan menyisihkan kalung amulet milik sang tauke dari nampan. Hal ini terjadi sampai tiga kali berturut-turut.

Karena penasaran, tauke itu akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, "Luang Pu, mengapa Anda tidak memberkati amulet saya? Ini sudah tiga kali disisihkan..."

"Air di Gelas Sudah Penuh"

Luang Pu Yaem kemudian mengambil kalung tersebut dan menjawab:

"Air di gelas ini sudah penuh. Jika dituangkan lagi, airnya hanya akan tumpah. Sudah tidak bisa diisi (diberkati) lagi."

Sebagai informasi, di dalam kalung yang dipakai sang tauke saat itu hanya terdapat dua buah amulet:

  1. Pathawi That dari Luang Pu Hong.

  2. Phra Sivali dari Luang Pu Chuen

Yang membuat takjub adalah, pada kedua amulet tersebut sama sekali tidak tertulis nama gurunya maupun nama viharanya. Secara fisik, tidak ada teks petunjuk siapa guru yang membuat amulet tersebut.

Pengakuan Batin Sang Guru Besar

Meskipun tanpa ada petunjuk tulisan, Luang Pu Yaem memegang kalung tersebut dan mengungkapkan penglihatan batinnya:

"Yang satu, gurunya adalah seorang Arahat yang kini telah Nibbana (merujuk pada Luang Pu Chuen). Sedangkan yang satu lagi adalah seorang Maha Bodhisattva dari wilayah Isan Selatan yang saat ini masih hidup (merujuk pada Luang Pu Hong). Pergilah bersujud kepadanya. Benda suci miliknya ini, ke mana pun engkau pergi, selalu ada Dewa yang ikut menjaganya (ada dua Dewa yang mengawal di sini). Benda suci beliau ini mampu menolong banyak orang..."

Setelah mengungkapkan hal tersebut, Luang Pu Yaem mengangkat kalung amulet itu ke depan wajahnya dengan penuh rasa hormat dan mengucapkan anumodana, "Sadhu... Sadhu... Sadhu."

Itulah alasan kuat mengapa sang tauke penggilingan batu tersebut langsung datang memborong amulet Luang Pu Hong dengan penuh keyakinan


Comments

Popular posts from this blog

Riwayat Hidup Luang Phor Thuad Wat Chang Hai yang Legendaris

LUANG PU TUAD Kisah Hidup LP Tuad Wat Chang Hai / Somdet Chao Phakho  Luang Pu Tuad adalah salah satu guru spiritual paling terkenal dalam tradisi Thailand Selatan. Kisah hidupnya dimulai dari seorang anak sederhana bernama Pu di wilayah Sathing Phra, Songkhla, yang sejak bayi dipercaya telah menunjukkan tanda-tanda luar biasa, kemudian tumbuh menjadi samanera dan bhikkhu yang sangat terpelajar, melakukan perjalanan hingga Ayutthaya, memperoleh penghormatan dari kerajaan, kembali ke tanah kelahirannya sebagai Somdet Chao Phakho, dan pada akhirnya dikenang sebagai Luang Pu Tuad Yiap Nam Thale Jued, sosok yang dipercaya mampu mengubah air laut menjadi air tawar. BAGIAN I ANAK YANG DILINDUNGI ULAR Kelahiran seorang anak bernama Pu Pada masa Kerajaan Ayutthaya, di sebuah daerah pedesaan di kawasan Sathing Phra, Provinsi Songkhla, hiduplah sepasang suami istri sederhana bernama Nai Hu dan Nang Chan. Mereka tinggal di sebuah kawasan yang dikenal sebagai Ban Suan Chan, tidak jauh dari wil...

Kisah Indra Keenam (Mata Dewa) Luangpu Hong

KEMAMPUAN INDRA KEENAM LUANG PU HONG KISAH NYATA MATA BATIN DAN PENGALAMAN SPIRITUAL Mengenai kemampuan mata batin atau indra keenam dari Luang Pu Hong Phrompanyo, beliau pernah menceritakan bahwa dirinya sudah bisa melihat hal-hal yang tidak kasatmata sejak masih anak-anak. Beliau menuturkan, sewaktu kecil jika berjalan pulang melewati kuburan desa, beliau terpaksa harus memalingkan wajah ke arah lain agar tidak melihat ke sana. Sebab, sosok-sosok tak kasatmata terlihat berdiri memenuhi area pemakaman tersebut. Tentu saja hal itu merupakan kisah masa lalu yang didengar para murid dengan rasa hormat yang mendalam. Namun, berikut adalah dua peristiwa nyata yang disaksikan langsung oleh para saksi mata dan menjadi bukti ketajaman mata batin beliau. KISAH I: ARWAH YANG TERJEBAK DI DALAM PENJARA Bantuan untuk Arwah Ayah Peristiwa ini terjadi di Wat Nok (Soi Phanit Thon). Pihak vihara mengundang Luang Pu Hong agar umat setempat berkesempatan berdana dan berbuat kebajikan bersama beliau. Set...

Sejarah, Effect dan Mantra Nang Kwak + LP Hong Nang Kwak Amulet [Buddhist Amulet]

Nang Kwak - Lady Luck Nang Kwak sang Dewi Legendaris dipuja sebagai Dewi Rejeki atau pelindung para pedagang. Nang Kwak adalah salah satu Legenda terpouler Thailand yang sudah ada sejak Buddhisme belum menjamah Thailand. Dengan posisi tangan melambai yang seolah memanggil / mengundang Nang Kwak kadang disebut "Dewi Pengundang" baik itu keberuntungan maupun reheki untuk datang kepada umat / si pedagang yang berdoa memujanya. Dewi Nang Kwak secara khusus dipuja untuk mengundang keberuntungan dan kekayaan baik itu kepada toko maupun rumah tangga yang memujanya. Dewi Nang Kwak biasa tampil dengan mengenakan kostum tradisional Thailand . pada tangan kirinya terdapat sebuah kantong uang yang merupakan simbol rejeki yang dikumpulkan dan tangan kanan diangkat dan melambai ke arah depan memanggil pelanggan untuk datang ke toko . dan keberuntungan untuk menghampirinya. Dewi Nang Kwak juga digambarkan dengan mengenakan Mahkota Emas dan duduk dengan posisi bersimpuh. ...